English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

PILKADA DAN WARUNG KOPI

Ada yang baru dan sedang hangat-hangatnya di Tulungagung, yaitu akan dilaksanakannya Pilkada atau Pemilihan Kepala Daerah yang sesuai jadwal dari KPUD Tulungagung akan dilaksanakan tanggal 31 Januari 2013. Masyarakat Tulungagung yang guyub rukun, diajak untuk memilih  Bupati dan Wakil Bupati-nya secara langsung, dengan harapan akan memperoleh pemimpin yang benar-benar dikehendaki oleh mayoritas masyarakat Tulungagung. Pilkada kali ini memang agak berbeda dengan Pilkada sebelumnya, yang mana Pilkada kemarin incumbent maju lagi dalam pemilihan dan "tidak ada lawan". Pilkada yang sebenarnya, begitulah kata sebagian masyarakat. Kenapa demikian? Karena incumbent sudah dua periode menjabat dan tidak boleh lagi mencalonkan diri.
Masa kampanye belum dimulai, tapi gambar-gambar yang mau mencalonkan diri sudah bertebaran hampir di seluruh wilayah Tulungagung, baik di perkotaan atau di pelosok-pelosok desa. Pemandangan tidak biasa, yang menurut saya, sebenarnya indah juga kalau mau menikmati. Selain billboard atau neonbox di jalur-jalur propinsi banner-banner  di perempatan atau jalur-jalur utama, warung kopi atau warkop merupakan tempat yang strategis untuk sosialisasi atau pengenalan diri bagi para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati. Seperti yang terlihat di beberapa warung kopi, disitu terpasang banner dengan gambar bakal calon-bakal calon. 
Pilkada masih kurang sekitar tiga bulan, tapi masyarakat sudah tampak begitu antusias. Pembicaraan di warung kopi-warung kopi pun tidak jauh dari soal Pilkada. Sambil meikmati secangkir kopi, mereka membicarakan teknis pelaksanaan, kapan coblosannya, siapa calon yang diunggulkan, dan apapun tentang Pilkada. 
Seorang teman mengatakan, ada korelasi antara memilih Kepala Daerah dan memilih warung kopi. Kefanatikan, kesamaan persepsi dan kerukunan. Ketika kita yang fanatik terhadap warung kopi A misalnya, lalu mengajak teman untuk ngopi di tempat tersebut, tentu teman akan langsung mau bila ia juga fanatik terhadap warung kopi tersebut. Lain halnya dengan teman yang tidak fanatik, ia akan mau kemana saja, yang penting ngopi. Hasil berbeda akan didapat bila yang kita ajak adalah teman yang jaim atau pernah merasa tidak nyaman di warung kopi tersebut. Mungkin akan butuh sedikit rayuan agar ia mau kita ajak. 
Lalu dimana korelasinya? 
Sukses untuk Pilkada Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tulungagung. Semoga bisa berjalan lancar, sesuai dengan tahapan, dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar amanah.